Kejurprov X-2009 untuk cabang sepatu roda digelar di sirkuit sepatu roda stadion Mandala Krida Yogyakarta, 3-4 Oktober 2009. Giliran tuan rumah tahun ini adalah kota Yogyakarta. Tahun ini hanya diikuti 3 kabupaten/kota, yaitu Yogyakarta, Sleman dan Bantul. Prediksi sementara, perolehan medali tahun ini akan dikuasai Kota Yogyakarta. Hal ini dimungkinkan karena Kota didukung atlet-atlet senior putra seperti Ardi, Oki, dan atlet muda yang tengah naik daun Bayu. Di kelas Putri, Kota mengandalkan Melati, Cahya, Mitha, Dinda, Songga, dan Memes. Tahun 2009, Kota memiliki atlet paling berlimpah, baik putri maupun putra.
Urutan kedua kemungkinan akan diduduki Sleman. Menurut perhitungan di atas kertas, Sleman dapat mengantongi emas dari nomor-nomor beregu putri, Relay dan TTT (Team Time Trial). Di nomor individu, Sleman boleh berharap emas dari Andri dan Rinda. Sementara atlet putra Sleman belum dapat diharapkan menggondol emas. Bahkan untuk merebut perak saja cukup berat. Prediksi ini cukup beralasan, karena Sleman sangat minim atlet putra. Tiga atlet putra yang memperkuat Sleman tahun ini merupakan atlet-atlet muda, antara lain Augy, Kharisma Yudhistira, dan Jojo. Harapan medali perak untuk putra kemungkinan dapat diperoleh dari nomor beregu, Relay dan TTT. Ini pun harus berjuang keras.
Bantul tahun ini boleh dibilang miskin atlet. Di nomor putra masih ada atlet yang sudah saatnya pensiun, seperti Widodo, Hafiz, dan Sugeng. Di jarak pendek (300m dan 500m), Bantul boleh berharap emas, tetapi untuk jarak menengah jauh (10.000m), atlet-atlet yang sudah tidak remaja ini harus bertarung ketat dengan para yuniornya dari Kota dan Sleman. Di kelompok Putri, Bantul masih punya Nadya, Shafa, Windy, dan Rana. Di peta kekuatan, atlet putri Bantul ini kurang diperhitungkan. Namun, siapa tahu?
Ini cuma prediksi. Semua bisa terjadi di lapangan. Impossible is nothing.
Rabu, 30 September 2009
Selasa, 29 September 2009
ILSC Seri Tiga di OceaN pARk BSD Tangerang
ILSC Seri Tiga: Tangerang
Kabar gembira buat teman-teman inline-skaters, bahwa Kejuaraan Sepatu Roda ILSC seri ke tiga bakal digelar di Tangerang, 24 - 25 Oktober 2009. Bertempat di Ocean Park, Bumi Serpong Damai (BSD). Kejuaraan ini merupakan kelanjutan dari dua seri lomba sebelumnya. Seri pertama diselenggarakan di Sirkuit Kota Bekasi Mei 2009. Ke dua di Monas Jakarta.
Mata lomba dan aturan lomba masih menunggu dari Panitia.
Kabar gembira buat teman-teman inline-skaters, bahwa Kejuaraan Sepatu Roda ILSC seri ke tiga bakal digelar di Tangerang, 24 - 25 Oktober 2009. Bertempat di Ocean Park, Bumi Serpong Damai (BSD). Kejuaraan ini merupakan kelanjutan dari dua seri lomba sebelumnya. Seri pertama diselenggarakan di Sirkuit Kota Bekasi Mei 2009. Ke dua di Monas Jakarta.
Mata lomba dan aturan lomba masih menunggu dari Panitia.
Jumat, 17 Juli 2009
ILSC Seri Dua di Monas DKI
Kejuaraan Sepatu Roda ILSC putaran ke dua akan digelar di sirkuit sepatu roda Silang Monas Jakarta (sebelah stasiun Gambir), 8 - 9 Agustus 2009. Seri pertama diselenggarakan di Sirkuit Kota Bekasi Mei lalu.
Semoga penyelenggaraan ILSC seri dua ini lebih memadai dan ada perbaikan. Panitia hendaknya mau belajar dari kekurangan-kekurangan di Bekasi.
Kesalahan cukup fatal adalah penulisan nama pada Piagam. Nama seharusnya ditulis secara lengkap dan benar. Atlet kelompok umur A, B, C, masih menganggap penting adanya Piagam Kejuaraan karena dapat menambah nilai NEM untuk masuk ke sekolah (SD, SMP). Kualitas Piagam di Bekasi sangat tidak memadai, dari segi kualitas desain maupun jenis kertas.
Semoga penyelenggaraan ILSC seri dua ini lebih memadai dan ada perbaikan. Panitia hendaknya mau belajar dari kekurangan-kekurangan di Bekasi.
Kesalahan cukup fatal adalah penulisan nama pada Piagam. Nama seharusnya ditulis secara lengkap dan benar. Atlet kelompok umur A, B, C, masih menganggap penting adanya Piagam Kejuaraan karena dapat menambah nilai NEM untuk masuk ke sekolah (SD, SMP). Kualitas Piagam di Bekasi sangat tidak memadai, dari segi kualitas desain maupun jenis kertas.
Kamis, 18 Juni 2009
Jambi Tak Boleh Ikut Kejurnas 2009 di Surabaya
Kejurnas 2007 di Yogyakarta jauh lebih sukses
Kejurnas Sepatu Roda 2009 yang baru berlangsung di Surabaya, 13 - 14 Juni 2009, perlu dievaluasi. Event bergengsi yang diselenggarakan tiap 2 tahun ini semestinya dapat dijadikan barometer kekuatan PORSEROSI tiap pengda di seluruh Indonesia.
Dari segi jumlah peserta dan kesiapan Panitia, Kejurnas 2007 di Yogyakarta jauh lebih baik dibandingkan tahun ini.
Pertama perlu dievaluasi, kenapa Kejurnas 2009 di Jawa Timur hanya diikuti 9 Pengda.
Kedua, tidakdibolehkannya kontingen Jambi mengikuti ajang kejuaraan ini, apapun alasannya, perlu dipertimbangkan lagi. Untuk perkembangan sepatu roda di Tanah Air, tindakan panitia yang arogan ini jelas kurang sehat.
(bersambung...)
Kejurnas Sepatu Roda 2009 yang baru berlangsung di Surabaya, 13 - 14 Juni 2009, perlu dievaluasi. Event bergengsi yang diselenggarakan tiap 2 tahun ini semestinya dapat dijadikan barometer kekuatan PORSEROSI tiap pengda di seluruh Indonesia.
Dari segi jumlah peserta dan kesiapan Panitia, Kejurnas 2007 di Yogyakarta jauh lebih baik dibandingkan tahun ini.
Pertama perlu dievaluasi, kenapa Kejurnas 2009 di Jawa Timur hanya diikuti 9 Pengda.
Kedua, tidakdibolehkannya kontingen Jambi mengikuti ajang kejuaraan ini, apapun alasannya, perlu dipertimbangkan lagi. Untuk perkembangan sepatu roda di Tanah Air, tindakan panitia yang arogan ini jelas kurang sehat.
(bersambung...)
Minggu, 07 Juni 2009
ATLET SEPATU RODA SLEMAN CEDERA
Jelang Kejurnas 2009
Atlet Sepatu Roda Sleman Cedera Kaki
Atlet sepatu roda Kharisma Yudhistira (12) mengalami cedera patah kaki setelah kejadian tabrakan beruntun, Rabu petang (3/6). Atlet berbakat unggulan Pengkab Sleman ini dipastikan tidak dapat mengikuti Kejurnas Sepatu Roda di Surabaya, 13 - 14 Juni 2009.
Kejadian ini sangat disayangkan oleh semua pengurus PORSEROSI, khususnya Pengkab Sleman dan Pengprov DIY. Peraih emas pada Kejurnas 2007 ini ditargetkan mampu meraih dua emas pada Kejurnas di Surabaya yang tinggal beberapa hari lagi. Kharisma sudah didaftarkan mewakili Pengkab DIY untuk kelompok umur C/putra pada mata lomba jarak menengah 3.000m dan 5.000 m. Pada Kejurprov DIY di Mandala Krida, 31 Mei 2009, Kharisma dapat dengan mudah menggondol emas di Kelompok Umur C/putra. Ia mengungguli jauh di depan lawan-lawannya.Kecelakaan terjadi saat Kharisma pulang dari latihan di JEC bersama ayah-ibunya mengendarai sepeda motor. Seperti biasa, Kharisma duduk di depan. Saat melintas di jl Sudirman (depan hotel Shantika) mendadak pengendara motor di depannya menabrak penyeberang jalan. Dalam upaya menghindar, motor Kharisma menabrak mobil yang sedang parkir. Kharisma langsung dilarikan ke rumah sakit Panti Rapih oleh ayahnya yang hanya mengalami cedera ringan. Setelah difoto rontgen, tulang kaki andalan Kharisma mengalami patah di bagian bawah lutut dan di atas pergelangan kaki. Atas saran pengurus Pengkab Sleman, Kharisma akhirnya dibawa ke rumah sakit khusus bedah di Surakarta. Kamis (4/6) Kharisma langsung ditangani dr. Tunjung di Rumah Sakit Khusus Bedah "Karima Utama".
Kharisma sedang menjalani latihan sepatu roda program intensif setiap sore di bawah pelatih Ronald. Menurut Ronald, cedera kaki Kharisma diperkirakan sudah pulih dan mampu bertanding pada Porprov 2009 di Mandala Krida, Oktober mendatang. Ronald menyayangkan, karena Kharisma sedang dalam kondisi puncak dan sangat siap bertanding.
Atlet Sepatu Roda Sleman Cedera Kaki
Atlet sepatu roda Kharisma Yudhistira (12) mengalami cedera patah kaki setelah kejadian tabrakan beruntun, Rabu petang (3/6). Atlet berbakat unggulan Pengkab Sleman ini dipastikan tidak dapat mengikuti Kejurnas Sepatu Roda di Surabaya, 13 - 14 Juni 2009.
Kejadian ini sangat disayangkan oleh semua pengurus PORSEROSI, khususnya Pengkab Sleman dan Pengprov DIY. Peraih emas pada Kejurnas 2007 ini ditargetkan mampu meraih dua emas pada Kejurnas di Surabaya yang tinggal beberapa hari lagi. Kharisma sudah didaftarkan mewakili Pengkab DIY untuk kelompok umur C/putra pada mata lomba jarak menengah 3.000m dan 5.000 m. Pada Kejurprov DIY di Mandala Krida, 31 Mei 2009, Kharisma dapat dengan mudah menggondol emas di Kelompok Umur C/putra. Ia mengungguli jauh di depan lawan-lawannya.Kecelakaan terjadi saat Kharisma pulang dari latihan di JEC bersama ayah-ibunya mengendarai sepeda motor. Seperti biasa, Kharisma duduk di depan. Saat melintas di jl Sudirman (depan hotel Shantika) mendadak pengendara motor di depannya menabrak penyeberang jalan. Dalam upaya menghindar, motor Kharisma menabrak mobil yang sedang parkir. Kharisma langsung dilarikan ke rumah sakit Panti Rapih oleh ayahnya yang hanya mengalami cedera ringan. Setelah difoto rontgen, tulang kaki andalan Kharisma mengalami patah di bagian bawah lutut dan di atas pergelangan kaki. Atas saran pengurus Pengkab Sleman, Kharisma akhirnya dibawa ke rumah sakit khusus bedah di Surakarta. Kamis (4/6) Kharisma langsung ditangani dr. Tunjung di Rumah Sakit Khusus Bedah "Karima Utama".
Kharisma sedang menjalani latihan sepatu roda program intensif setiap sore di bawah pelatih Ronald. Menurut Ronald, cedera kaki Kharisma diperkirakan sudah pulih dan mampu bertanding pada Porprov 2009 di Mandala Krida, Oktober mendatang. Ronald menyayangkan, karena Kharisma sedang dalam kondisi puncak dan sangat siap bertanding.
Senin, 01 Juni 2009
KEJURPROV SEPATU RODA DIY 2009, SLEMAN JUARA UMUM
KEJURPROV yang dinanti-nanti oleh para atlet pemula akhirnya sukses digelar di Sirkuit Stadion Mandala Krida, 31 Mei 2009. Tim Sleman yang mengirimkan 21 atlet tampil sebagai juara umum setelah meraih 15 emas, 11 perak dan 6 perunggu.
Posisi II diduduki Kota Yogyakarta dengan meraih 11 emas, 8 perak, dan 3 perunggu. Tim Bantul yang hanya mengirimkan 11 atlet harus puas di urutan ke 3, dengan perolehan 2 medali emas, 9 perak dan 19 perunggu. Kejurprov ini diikuti oleh 52 atlet, masing-masing dari Sleman 21 atlet, Kota Yogya 18 atlet, Bantul 12 atlet dan Gunungkidul 1 atlet.
Menurut Ketua Panitia, Himawan Rahardjo, juara 1 dan 2 akan mewakili DIY berlaga di Kejurnas sepatu roda 2009 di Surabaya, 13 - 14 Juni 2009. Beberapa atlet yang berpeluang mendulang emas di Surabaya antara lain Hilmanafika (A/putra), Kharisma Yudhistira (C/putra), dan Clarissa Sagarmatha (C/putri). Ketiganya adalah atlet dari Porserosi Sleman.
Posisi II diduduki Kota Yogyakarta dengan meraih 11 emas, 8 perak, dan 3 perunggu. Tim Bantul yang hanya mengirimkan 11 atlet harus puas di urutan ke 3, dengan perolehan 2 medali emas, 9 perak dan 19 perunggu. Kejurprov ini diikuti oleh 52 atlet, masing-masing dari Sleman 21 atlet, Kota Yogya 18 atlet, Bantul 12 atlet dan Gunungkidul 1 atlet.
Menurut Ketua Panitia, Himawan Rahardjo, juara 1 dan 2 akan mewakili DIY berlaga di Kejurnas sepatu roda 2009 di Surabaya, 13 - 14 Juni 2009. Beberapa atlet yang berpeluang mendulang emas di Surabaya antara lain Hilmanafika (A/putra), Kharisma Yudhistira (C/putra), dan Clarissa Sagarmatha (C/putri). Ketiganya adalah atlet dari Porserosi Sleman.
Minggu, 10 Mei 2009
Kejurnas Sepatu Roda 2009
Kejurnas Sepatu Roda antar Pengprov tahun 2009 akan digelar di Surabaya, 13-14 Juni 2009. Jadwal tersebut masiah menjadi ganjalan bagi tim Jateng dan DIY. Pasalnya, atlet yang masih duduk di bangku SD dan SMP masih menjalani Ulangan Umum Bersama (UUB) dan ulangan kenaikan kelas yang dijadwalkan 8 - 13 Juni 2009. Mereka lebih mengutamakan sekolah (nilai UUB) daripada prestasi sepatu roda.
Langganan:
Postingan (Atom)
