7 Atlet DIY Ikuti Pelatda
Usai menjalani laga PRA PON di Stadion Saparua Bandung 9-10 Desember 2011, Pengprov DIY bersama Tim Pelatih memanggil 7 atlet (4 Putri dan 3 Putra) untuk mengikuti Pelatda PON 2012. Daftar atlet tersebut adalah:
4 PUTRI:
(1). Wening Melati; (2) Songga, (3) Dindahayu, (4) Aradana.
3 PUTRA:
(1) Sugeng Lasono; (2) Kharisma Yudhistira; dan (3) Bayu
Mulai 2 Januari 2012, atlet diwajibkan mengikuti program latihan secara disiplin dan bertanggung jawab. Tanggal 25 - 29 Januari 2012 mereka wajib mengikuti program Character Building bersama atlet dari cabor2 lainnya di AAU.
Kamis, 12 Januari 2012
Selasa, 31 Mei 2011
BUKU DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
Telah beredar buku panduan lengkap, DESAIN KOMUNIKASI VISUAL, TEORI DAN APLIKASI. Penerbit ANDI Yogyakarta. Ditulis oleh Rakhmat Supriyono, alumnus ISI Yogyakarta dan Birmingham Polytechnic, pengajar DKV.
Mengupas tuntas tentang Desain Logo, Desain Poster, Stationery Kit, dan lain-lain, dengan bahasa yang mudah dipahami. Mengacu pada kebutuhan siswa dan mahasiswa DKV. Dibutuhkan juga sebagai panduan desainer.
Minggu, 08 Agustus 2010
Atlet Sepatu Roda DIY Raih Perak di Kejurnas 2010
Atlet sepatu roda andalan DIY Kharisma Yudhistira (13) hanya mampu meraih medali perak dalam kejuaraan tingkat nasional (Kejurnas) Sepatu Roda 2010 di Stadion Jatidiri Semarang, 31 Juli hingga 1 Agustus 2010.
Turun pada jarak 10.000 meter kelompok D putra, Kharisma hanya kalah tipis dengan atlet tuan rumah yang lebih menguasai lapangan bentuk velodrom dengan panjang lintasan 200m.
“Ada perasaan takut kepleset karena saya tidak biasa main di trek beton,” kata Kharisma yang biasa main di lapangan aspal. Pada beberapa putaran awal atlet asal Sleman ini sempat memimpin di depan. Pada lap ke 16 dari 50 putaran, ia disusul atlet Jateng tepat di tikungan. Tiga lap menjelang finish, Kharisma sempat ditempel dua atlet Jawa Barat dan nyaris adu fisik di setiap tikungan.
Ketua Porserosi Pengprov DIY Jafar Alaydrus mengakui, Yogyakarta kalah dalam hal sarana prasarana. Porsi latihan yang hanya tiga kali dalam seminggu dirasa sangat kurang. Sebaik apapun atlet kalau tidak didukung sarana yang memadai akan tertinggal dengan daerah lain yang memiliki fasilitas lebih lengkap. Jafar mencontohkan kota Semarang yang memiliki dua lapangan khusus sepatu roda, keduanya di stadion Jatidiri.
Lebih jauh Jafar mengungkapkan, tidak memadainya fasilitas ini pula yang membuat kejuaraan sepatu roda HB Cup dan PA Cup untuk sementara tidak dilagakan. “Kami tidak berani lagi menggelar HB Cup dan PA Cup karena sarana kurang memadai, sementara tuntutan atlet dari luar daerah semakin tinggi,” tandas Jafar.
Turun pada jarak 10.000 meter kelompok D putra, Kharisma hanya kalah tipis dengan atlet tuan rumah yang lebih menguasai lapangan bentuk velodrom dengan panjang lintasan 200m.
“Ada perasaan takut kepleset karena saya tidak biasa main di trek beton,” kata Kharisma yang biasa main di lapangan aspal. Pada beberapa putaran awal atlet asal Sleman ini sempat memimpin di depan. Pada lap ke 16 dari 50 putaran, ia disusul atlet Jateng tepat di tikungan. Tiga lap menjelang finish, Kharisma sempat ditempel dua atlet Jawa Barat dan nyaris adu fisik di setiap tikungan.
Ketua Porserosi Pengprov DIY Jafar Alaydrus mengakui, Yogyakarta kalah dalam hal sarana prasarana. Porsi latihan yang hanya tiga kali dalam seminggu dirasa sangat kurang. Sebaik apapun atlet kalau tidak didukung sarana yang memadai akan tertinggal dengan daerah lain yang memiliki fasilitas lebih lengkap. Jafar mencontohkan kota Semarang yang memiliki dua lapangan khusus sepatu roda, keduanya di stadion Jatidiri.
Lebih jauh Jafar mengungkapkan, tidak memadainya fasilitas ini pula yang membuat kejuaraan sepatu roda HB Cup dan PA Cup untuk sementara tidak dilagakan. “Kami tidak berani lagi menggelar HB Cup dan PA Cup karena sarana kurang memadai, sementara tuntutan atlet dari luar daerah semakin tinggi,” tandas Jafar.
Usahakan Gratis Pendidikan

Musprov IV PORSEROSI DIY
Usahakan Gratis Pendidikan
bagi Atlet Berprestasi
Pengurus cabor sepatu roda ke depan harus mampu mengupayakan gratis biaya pendidikan bagi atlet berprestasi. Demikian disampaikan Ketua Koni DIY GBPH Prabuningrat dalam Musyawarah Provinsi IV Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PORSEROSI) DIY tahun 2010 di Gedung KONI Provinsi DIY, 7 Agustus 2010.
Lebih lanjut dikatakan, pelatih sepatu roda harus selalu belajar dan mengikuti perkembangan, termasuk perkembangan alat dan teknik. “Pelatih olahraga seharusnya tidak sekadar melatih fisik, mental dan teknik, tetapi harus paham kekuatan atlet daerah lain.” tandas Prabuningrat. Pelatih sepatu roda juga harus punya catatan waktu semua atlet yang mejadi lawan dalam kejuaraan tingkat nasional.
Menurut Prabuningrat, pengurus PORSEROSI Pengprov DIY ke depan harus solid, kompak, bersungguh-sungguh, saling melengkapi, punya loyalitas dan dedikasi di bidang sepatu roda. Jika dalam PON 2008 DIY belum menunjukkan pretasi, diharapkan pada PON 2012 di Riau cabor sepatu roda dapat meningkatkan prestasi lebih baik. Dan jika pada Kejurnas 2010 cabor sepatu roda hanya mampu meraih perak, maka pada Kejurnas 2011 diupayakan dapat meraih emas. “KONI akan berusaha membelikan alat yang tercanggih, tapi tunjukkan prestasi,” tandas Prabuningrat.
Selain Ketua KONI, Musprov IV ini dihadiri Ketua Pengurus Besar (PB) PORSEROSI Wimbo Hardjito, Ketua Pengprov DIY Jafar Alaydrus, pengurus Pengkot Yogyakarta, Pengkab Sleman, Pengkab Bantul, dan Pengkab Gunungkidul.
Punya trek standar
Dalam sambutannya Wimbo berharap, Jogja seharusnya bisa bikin trek sepatu roda yang standar seperti di Semarang. Dikatakan, cabor sepatu roda sudah mulai dipertandingkan pada SEA Games 2011 di Indonesia dan juga di Asean Games 2012 di China. Daerah harus memikirkan pembinaan cabor sepatu roda.
Senada dengan Wimbo, Ketua Pengprov DIY Jafar Alaydrus mengingatkan, pengurus periode mendatang harus dapat mengupayakan lapangan sepatu roda di DIY, jika tidak akan tertinggal oleh daerah lain. Jafar juga berharap, pertandingan sepatu roda tingkat nasional dengan label HB Cup dan PA Cup dapat kembali digelar di Yogyakarta. Menurutnya, Pengprov tidak berani menggelar HB Cup dan PA Cup karena DIY tidak memiliki sarana yang memadai. Selama ini klub sepatu roda hanya berlatih di lapangan parkir Mandalakrida dan di stadion Maguwoharjo dengan jadwal terbatas hanya tiga kali seminggu. “Porsi latihan seharusnya lebih banyak lagi, namun karena keterbatasan tempat maka Porprov tidak bisa berbuat banyak,” tandas Jafar.
Pengurus baru
Musprov yang berlangsung jam 09.00 hingga 15.30 ini berhasil membentuk tim formatur yang terdiri dari Jafar Alaydrus (ketua merangkap anggota), Hasto Bronto (anggota) dan Masda Siwi (anggota). Dalam waktu kurang dari satu bulan, tiga orang ini akan menyusun pengurus PORSEROSI provinsi DIY periode 2010 – 2014 sesuai AD/ART.
Menurut Jafar, ada dua “pekerjaaan rumah” untuk pengurus mendatang, yaitu meraih prestasi di PON 2012 dan menggelar kembali laga HB Cup dan PA Cup yang selama ini mati suri.
Usahakan Gratis Pendidikan
bagi Atlet Berprestasi
Pengurus cabor sepatu roda ke depan harus mampu mengupayakan gratis biaya pendidikan bagi atlet berprestasi. Demikian disampaikan Ketua Koni DIY GBPH Prabuningrat dalam Musyawarah Provinsi IV Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PORSEROSI) DIY tahun 2010 di Gedung KONI Provinsi DIY, 7 Agustus 2010.
Lebih lanjut dikatakan, pelatih sepatu roda harus selalu belajar dan mengikuti perkembangan, termasuk perkembangan alat dan teknik. “Pelatih olahraga seharusnya tidak sekadar melatih fisik, mental dan teknik, tetapi harus paham kekuatan atlet daerah lain.” tandas Prabuningrat. Pelatih sepatu roda juga harus punya catatan waktu semua atlet yang mejadi lawan dalam kejuaraan tingkat nasional.
Menurut Prabuningrat, pengurus PORSEROSI Pengprov DIY ke depan harus solid, kompak, bersungguh-sungguh, saling melengkapi, punya loyalitas dan dedikasi di bidang sepatu roda. Jika dalam PON 2008 DIY belum menunjukkan pretasi, diharapkan pada PON 2012 di Riau cabor sepatu roda dapat meningkatkan prestasi lebih baik. Dan jika pada Kejurnas 2010 cabor sepatu roda hanya mampu meraih perak, maka pada Kejurnas 2011 diupayakan dapat meraih emas. “KONI akan berusaha membelikan alat yang tercanggih, tapi tunjukkan prestasi,” tandas Prabuningrat.
Selain Ketua KONI, Musprov IV ini dihadiri Ketua Pengurus Besar (PB) PORSEROSI Wimbo Hardjito, Ketua Pengprov DIY Jafar Alaydrus, pengurus Pengkot Yogyakarta, Pengkab Sleman, Pengkab Bantul, dan Pengkab Gunungkidul.
Punya trek standar
Dalam sambutannya Wimbo berharap, Jogja seharusnya bisa bikin trek sepatu roda yang standar seperti di Semarang. Dikatakan, cabor sepatu roda sudah mulai dipertandingkan pada SEA Games 2011 di Indonesia dan juga di Asean Games 2012 di China. Daerah harus memikirkan pembinaan cabor sepatu roda.
Senada dengan Wimbo, Ketua Pengprov DIY Jafar Alaydrus mengingatkan, pengurus periode mendatang harus dapat mengupayakan lapangan sepatu roda di DIY, jika tidak akan tertinggal oleh daerah lain. Jafar juga berharap, pertandingan sepatu roda tingkat nasional dengan label HB Cup dan PA Cup dapat kembali digelar di Yogyakarta. Menurutnya, Pengprov tidak berani menggelar HB Cup dan PA Cup karena DIY tidak memiliki sarana yang memadai. Selama ini klub sepatu roda hanya berlatih di lapangan parkir Mandalakrida dan di stadion Maguwoharjo dengan jadwal terbatas hanya tiga kali seminggu. “Porsi latihan seharusnya lebih banyak lagi, namun karena keterbatasan tempat maka Porprov tidak bisa berbuat banyak,” tandas Jafar.
Pengurus baru
Musprov yang berlangsung jam 09.00 hingga 15.30 ini berhasil membentuk tim formatur yang terdiri dari Jafar Alaydrus (ketua merangkap anggota), Hasto Bronto (anggota) dan Masda Siwi (anggota). Dalam waktu kurang dari satu bulan, tiga orang ini akan menyusun pengurus PORSEROSI provinsi DIY periode 2010 – 2014 sesuai AD/ART.
Menurut Jafar, ada dua “pekerjaaan rumah” untuk pengurus mendatang, yaitu meraih prestasi di PON 2012 dan menggelar kembali laga HB Cup dan PA Cup yang selama ini mati suri.
Senin, 12 April 2010
Kejuaraan Sepatu Roda ILSC 2010 seri 1 Digelar di senayan
Kejuaraan sepatu roda ILSC antar klub seluruh Indonesia akan digelar di Lapangan sepatu roda pintu II Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, 23 - 24 Mei 2010. Panitia ILSC mengundang seluruh atlit dari semua klub dan komunitas inline skate untuk mengikuti kejuaraan INDONESIA INLINE SKATE CHAMPIONSHIP (ILSC).
Nomor lomba yang dipertandingkan adalah sebagai berikut.
Inline STANDARD :
- PEMULA
1. Sprint 50m
2. Sprint 100m
3. Sircuit
- PRAJUNIOR k.u A – D / Pa - Pi
1. Sprint 300m
2. Sprint 500m
3. Sprint 1.000m
Inline SPEED:
- JUNIOR k.u A – D / Pa – Pi
1. Sprint 500m
2. Sprint 1.000m
k.u A – B / Pa - Pi
3. Eliminasi 3 km
k.u C – D / Pa - Pi
4. PTP 5 km
- SENIOR
1. Sprint 500m
2. Elim PTP 10 km
Hadiah lomba
- Medali : PEMULA, JUNIOR dan SENIOR
- PIALA : PRAJUNIOR
Biaya pendaftaran: Rp 65.000,- (enam puluh lima ribu rupiah)
Informasi lomba :
- Shinta 0815 9287931
Pendaftaran melalui :
- Fax 021 3446206
- Email xhynta@gmail.com
Nomor lomba yang dipertandingkan adalah sebagai berikut.
Inline STANDARD :
- PEMULA
1. Sprint 50m
2. Sprint 100m
3. Sircuit
- PRAJUNIOR k.u A – D / Pa - Pi
1. Sprint 300m
2. Sprint 500m
3. Sprint 1.000m
Inline SPEED:
- JUNIOR k.u A – D / Pa – Pi
1. Sprint 500m
2. Sprint 1.000m
k.u A – B / Pa - Pi
3. Eliminasi 3 km
k.u C – D / Pa - Pi
4. PTP 5 km
- SENIOR
1. Sprint 500m
2. Elim PTP 10 km
Hadiah lomba
- Medali : PEMULA, JUNIOR dan SENIOR
- PIALA : PRAJUNIOR
Biaya pendaftaran: Rp 65.000,- (enam puluh lima ribu rupiah)
Informasi lomba :
- Shinta 0815 9287931
Pendaftaran melalui :
- Fax 021 3446206
- Email xhynta@gmail.com
Sabtu, 13 Februari 2010
Tim Jambi Belum Ikut Kejuaraan Sepatu Roda Sidoarjo
Tim Sepatu Roda Jambi belum dapat tampil di Kejuaraan Sepatu Roda tingkat nasional Piala Bupati Cup di Sidoarjo, 6-7 Februari 2010. Pasalnya, beberapa atlet Jambi dianggap masih bermasalah dengan status mereka.
Pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sepatu Roda 2009 yang digelar di pelataran Markas Kodam V Brawijaya Surabaya, kontingen Jambi juga dianggap bermasalah dan tidak diperbolehkan ikut berlaga. Bahkan saat perlombaan berlangsung, kontingen Jambi sempat protes dengan menggelar poster bertuliskan "Selamat dan Terima Kasih, Sampai Bertemu di Kejurnas Ibu Negara yang Sebenarnya".
Sebanyak 25 atlet sepatu roda asal Jambi ditolak ikut kejurnas, karena diprotes Pengkot Perserosi Kabupaten Sidoarjo yang mengklaim sebagian atlet Jambi tidak sah.
Ketua Pengprov Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Jawa Timur, Hindarto, menjelaskan sejumlah atlet Jambi tidak sah, karena masih berstatus milik Kabupaten Sidoarjo dan hingga kini belum mengantongi surat pindah.
Bahkan, beberapa atlet tersebut masih membela Kabupaten Sidoarjo, saat berlangsung kejuaraan sepatu roda Piala Bupati Sidoarjo sekitar Januari 2009.
"Kami tidak ingin kejuaraan ini terganggu dan seluruh peserta harus mentaati aturan organisasi. Mereka masih atlet Sidoarjo dan belum resmi keluar, tapi sekarang tiba-tiba membela Jambi. Ini jelas menyalahi aturan organisasi," katanya.
Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov Perserosi Jambi, Yoyo Sunaryo, menganggap panpel mengambil keputusan subyektif dengan langsung menerima protes dari kubu Sidoarjo.
"Mereka dulu memang atlet Sidoarjo, tapi sekarang sudah resmi milik Jambi. Kami juga sudah bicara dengan PB Perserosi dan diizinkan ikut kejurnas ini," katanya.
Ketua Panpel yang juga Ketua Pengkot Perserosi Kota Surabaya, Wahid Abdulrahman, menyatakan kecewa dengan aksi protes yang dilakukan Kontingen Jambi, sehingga sempat mengganggu jalannya lomba.
"Panpel melarang atlet Jambi tampil, karena ingin menyelamatkan kejuaraan ini. Keputusan itu diambil berdasarkan aturan yang ada," katanya.
Pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sepatu Roda 2009 yang digelar di pelataran Markas Kodam V Brawijaya Surabaya, kontingen Jambi juga dianggap bermasalah dan tidak diperbolehkan ikut berlaga. Bahkan saat perlombaan berlangsung, kontingen Jambi sempat protes dengan menggelar poster bertuliskan "Selamat dan Terima Kasih, Sampai Bertemu di Kejurnas Ibu Negara yang Sebenarnya".
Sebanyak 25 atlet sepatu roda asal Jambi ditolak ikut kejurnas, karena diprotes Pengkot Perserosi Kabupaten Sidoarjo yang mengklaim sebagian atlet Jambi tidak sah.
Ketua Pengprov Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Jawa Timur, Hindarto, menjelaskan sejumlah atlet Jambi tidak sah, karena masih berstatus milik Kabupaten Sidoarjo dan hingga kini belum mengantongi surat pindah.
Bahkan, beberapa atlet tersebut masih membela Kabupaten Sidoarjo, saat berlangsung kejuaraan sepatu roda Piala Bupati Sidoarjo sekitar Januari 2009.
"Kami tidak ingin kejuaraan ini terganggu dan seluruh peserta harus mentaati aturan organisasi. Mereka masih atlet Sidoarjo dan belum resmi keluar, tapi sekarang tiba-tiba membela Jambi. Ini jelas menyalahi aturan organisasi," katanya.
Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov Perserosi Jambi, Yoyo Sunaryo, menganggap panpel mengambil keputusan subyektif dengan langsung menerima protes dari kubu Sidoarjo.
"Mereka dulu memang atlet Sidoarjo, tapi sekarang sudah resmi milik Jambi. Kami juga sudah bicara dengan PB Perserosi dan diizinkan ikut kejurnas ini," katanya.
Ketua Panpel yang juga Ketua Pengkot Perserosi Kota Surabaya, Wahid Abdulrahman, menyatakan kecewa dengan aksi protes yang dilakukan Kontingen Jambi, sehingga sempat mengganggu jalannya lomba.
"Panpel melarang atlet Jambi tampil, karena ingin menyelamatkan kejuaraan ini. Keputusan itu diambil berdasarkan aturan yang ada," katanya.
Senin, 01 Februari 2010
PON XVIII/2012. SEPATU RODA TIDAK DILOMBAKAN?
Selasa, 26 Jan 2010 20:45:33 WIB
ANTARA - Pada PON XVIII/2012 di Riau, cabang olah raga yang kemungkinan tidak dimainkan adalah sepatu roda, berkuda, drumband, ski air, dan dansa.
Untuk sepatu roda, seperti yang diutarakan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Perserosi, Fitra Tara Mizar, saat berkunjung di Semarang beberapa waktu lalu, cabang ini kemungkinan tidak dimainkan di PON mendatang berdasarkan hasil pertemuan dengan Jakarta, Jateng, Jabar, Kaltim, dan Banten.
Tuan rumah Riau tidak memiliki Pengprov Perserosi demikian juga dengan atlet sepatu roda. Tetapi induk organisasi olah raga sepatu roda di Tanah Air ini sedang mengupayakan agar bisa dilombakan mengingat cabang ini dipertandngkan pada SEA Games 2011. Tetapi pada Asian Games XVI di Guangzhou, China, November 2010 cabang ini baru menjadi cabang eksibishi dan belum memperbutkan medali. Bagi Jateng, cabang sepatu roda masih menjadi andalan karena masih memiliki atlet andalan yaitu Allan Chandra dan Ajeng Anindya. Pada saat pertama kali dipertandingkan di PON XVI/2004 Sumatra Selatan, cabang olah raga sepatu roda berhasil menyumbangkan tujuh medali emas bagi Jateng tetapi pada PON XVII/2008 hanya mendapat dua emas. "Pada dasarnya kami akan menerima keputusan Raparnas KONI Pusat, apapun cabang olah raga yang dipertandingkan dan kami akan segera memfokuskan untuk persiapan termasuk menetapkan cabang olah raga unggulan," kata Sukahar.
ANTARA - Pada PON XVIII/2012 di Riau, cabang olah raga yang kemungkinan tidak dimainkan adalah sepatu roda, berkuda, drumband, ski air, dan dansa.
Untuk sepatu roda, seperti yang diutarakan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Perserosi, Fitra Tara Mizar, saat berkunjung di Semarang beberapa waktu lalu, cabang ini kemungkinan tidak dimainkan di PON mendatang berdasarkan hasil pertemuan dengan Jakarta, Jateng, Jabar, Kaltim, dan Banten.
Tuan rumah Riau tidak memiliki Pengprov Perserosi demikian juga dengan atlet sepatu roda. Tetapi induk organisasi olah raga sepatu roda di Tanah Air ini sedang mengupayakan agar bisa dilombakan mengingat cabang ini dipertandngkan pada SEA Games 2011. Tetapi pada Asian Games XVI di Guangzhou, China, November 2010 cabang ini baru menjadi cabang eksibishi dan belum memperbutkan medali. Bagi Jateng, cabang sepatu roda masih menjadi andalan karena masih memiliki atlet andalan yaitu Allan Chandra dan Ajeng Anindya. Pada saat pertama kali dipertandingkan di PON XVI/2004 Sumatra Selatan, cabang olah raga sepatu roda berhasil menyumbangkan tujuh medali emas bagi Jateng tetapi pada PON XVII/2008 hanya mendapat dua emas. "Pada dasarnya kami akan menerima keputusan Raparnas KONI Pusat, apapun cabang olah raga yang dipertandingkan dan kami akan segera memfokuskan untuk persiapan termasuk menetapkan cabang olah raga unggulan," kata Sukahar.
Langganan:
Postingan (Atom)
